Search!
23 October 2014 | 19:52 WIB
NEWS

Panduan Memilih Jenis Lantai untuk Rumah Anda
14/10/2009 - 18:22:17 | Read 4,544 Time(s)
Kayu, Marmer, Granit, Keramik, Vinyl, dan Karpet.

Lantai merupakan salah satu unsur pembentuk rumah dan menentukan identitas suatu rumah. Jenisnya pun sangat beragam dengan harga yang beragam pula sesuai dengan desain dan kebutuhan. Secara umum bahan penutup lantai yang ada di pasaran dapat dibedakan menjadi 2 kategori yaitu jenis lantai alami dan buatan. Bebatuan yang dipotong seperti marmer, granit dan limestone merupakan lantai alami. Sedangkan semen, keramik, dan vinyl dikategorikan sebagai lantai buatan.

Lantai Kayu
Sejak dahulu kayu merupakan bahan bangunan yang umum dan banyak tersedia sehingga dapat digunakan untuk semua elemen bangunan seperti lantai, dinding, konstruksi bangunan dan atap. Lantai kayu (parket) sampai sekarang masih menjadi bahan yang populer untuk rumah tinggal karena kesan estetika yang alami serta kemampuannya untuk memberikan kehangatan di dalam ruang. Kayu yang fleksibel dapat memberikan suasana elegan, klasik, modern maupun kontemporer. Teknologi produksi parket telah berkembang pesat seiring dengan meningkatnya permintaan masyarakat. Jenis parket yang dikenal secara umum adalah generasi lantai kayu yang menggantikan lantai papan untuk rumah panggung. Jenis-jenisnya adalah sebagai berikut:

  • Solid Parquette yaitu lantai kayu yang terbuat dari kayu solid.
  • Engineer Parquette yaitu lantai kayu yang terbuat dari kayu asli dengan dengan teknologi layer untuk mencapai tingkat kestabilan yang sempurna.
  • MDF (Medium Density Fibreboard) yaitu lantai kayu yang terbuat dari bubuk kayu dan permukaannya ditutupi dengan lapisan bertekstur kayu.


Lantai Marmer dan Granit
Jenis lantai ini merupakan bahan tambang yang langsung diambil dari alam. Marmer dan granit merupakan jenis batuan yang terbentuk dalam waktu ratusan tahun dan tidak dapat diperbaharui. Pengolahannya hanya memerlukan proses pemotongan dan penghalusan saja. Ketersediaannya di alam yang terbatas menyebabkan harganya sangat mahal di pasaran. Lantai marmer sangat kuat dan tidak getas sehingga cocok untuk menahan beban yang berat. Marmer bersifat dingin sehingga dapat menyejukkan suhu di dalam ruangan. Tampilannya pun sangat mewah dengan beragam motif dan corak. Namun perawatannya lebih sulit dibandingkan jenis lantai lainnya. Pada prinsipnya, lantai granit hampir sama dengan lantai marmer, hanya secara kasat mata warnanya lebih gelap. Ketersediaan jenis batuan ini di alam lebih langka menyebabkan harganya juga lebih mahal dari marmer.

Lantai Keramik
Keramik adalah jenis penutup lantai yang paling populer digunakan di Indonesia. Ini disebabkan karena harganya yang sangat variatif. Motif warna dan ukuran keramik pun sangat beragam dari motif marmer, polos, serat kayu dan masih banyak lagi. Penggunaannya pun tidak hanya untuk lantai, dinding pun tampak lebih indah jika dilapisi keramik. Tapi harus diperhatikan karena kekuatan keramik dinding pasti lebih kecil dari keramik lantai yang menahan beban.

Lantai Vinyl
Lantai ini sangat praktis untuk mengubah tampilan ruangan. Di bagian bawahnya terdapat lem yang mudah direkatkan pada lapisan plesteran atau lantai keramik. Pemasangannya sangat mudah sehingga bisa dilakukan sendiri. Perawatannya pun sangat mudah, hampir sama dengan lantai keramik. Material ini sangat kuat, tahan api, dan air sehingga banyak juga digunakan di bangunan-bangunan publik. Banyak juga digunakan sebagai alternatif pengganti lantai kayu (parket) karena harganya lebih murah dan tahan rayap. Lantai vinyl tersedia dalam vinyl tile (kotak atau persegi) dan vinyl sheet (gulungan atau rol).

Lantai Karpet
Lantai karpet dapat dibagi menjadi 2 jenis. Yang pertama adalah karpet satuan yang biasa dipakai sebagai aksen pemanis ruangan. Motif dan warnanya sangat beragam dengan bahan baku yang beragam pulak. Ukurannya pun bermacam-macam dengan bentuk kotak, persegi ataupun lingkaran. Jenis kedua adalah karpet yang secara permanen ditempel pada lantai seluruh ruangan. Lantai jenis ini hanya cocok dipakai di daerah subtropis atau ruangan yang memakai AC/ pendingin udara. Kita sering menemuinya di kantor atau kamar hotel. Kelebihannya adalah kesan hangat dankemudahan pemasangannya. Cocok juga untuk tempat bermain anak karena permukaannya yang tidak keras. 

sumber: www.rumahide.com


 


Copyright © 2009 - 2014 | PT. Dekoramik Perdana | All Rights Reserved